Categories
Umum

Pengebirian (Kastrasi) Dalam Usaha Ternak Sapi

 

Pengebirian (Kastrasi) Dalam Usaha Ternak Sapi

Kastrasi bertujuan untuk meningkatkan mutu karkas dan untuk lebih menjinakkan sapi. Umur sapi sangat menentukan cara pengebirian, pada pedet atau sapi yang umurnya lanjut pengebirian akan lebih banyak membawa risiko. Ada 3 cara kastrasi, yakni:

a. Kastrasi sapi ternak dengan karet gelang

Karet gelang ini pada waktu dimasukkan ke leher scrotum direntangkan dengan menggunakan alat yang disebut elastrator. Sesudah karet gelang tersebut masuk ke leher scrotum, maka scrotum dan saluran testes akan terikat kencang. Akibatnya semua saluran dan peredaran yang terjadi di bawah ikatan karet yang menggigit leher scrotum tadi terhenti. Dan setelah 10 hari sampai 3 minggu scrotum dan testis mengering dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

Cara ini akan sangat bagus kalau dilakukan pada pedet yang berumur beberapa hari. Dan yang perlu diperhatikan di dalam hal ini ialah bahwa:

  • Kedua testes harus bisa terikat rapat/kuat.
  • Pengikatan dengan karet gelang tersebut tidak boleh terlalu tinggi.

 

b. Kastrasi sapi ternak dengan pisau

Cara ini bisa dilakukan pada pedet berumur kurang dari 1 minggu sampai umur 4 bulan. Akan tetapi yang paling baik apabila dilakukan pada pedet yang umurnya kurang dari 1 minggu. Sebab pedet yang umurnya kurang dari 1 minggu tidak akan menimbulkan kesulitan, sedangkan yang umurnya lebih dari 3 bulan harus menggunakan patirasa (anestesi).

Cara melakukan kastrasi sapi ternak dengan pisau adalah sebagai berikut:

  • Sebelum kastrasi, scrotum harus dibersihkan terlebih dahulu dengan air sabun ataupun desinfektan yang lain. Sesudah scrotum dalam keadaan bersih, kemudian dilakukan operasi pemotongan scrotum di bawah testis, selanjutnya kedua testis didorong keluar, dan kemudian kedua saluran penggantung testis dipotong. Sesudah pemotongan kedua testis selesai bekas operasi tadi harus segera diolesi obat merah untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi.

Kastrasi dengan menggunakan alat pisau ini sangat sederhana dan cepat, serta mudah dilakukan.

 

c. Kastrasi sapi ternak dengan tang-Burdizzo

Pedet dalam berbagai umur bisa dikastrasi dengan menggunakan alat ini. Akan tetapi ukuran besar kecilnya burdizzo harus disesuaikan dengan pedet yang akan dikastrasi. Dan bagi pedet yang umurnya lebih dari 3 bulan harus menggunakan anaesthetic.

Kastrasi yang dilaksanakan dengan menggunakan alat ini akan menyebabkan aliran darah ke arah testis akan terputus, demikian pula saluran penggantung testis. Kastrasi dengan burdizzo ini tidak akan menimbulkan pendarahan, dan dalam waktu beberapa minggu testis akan mengerut kering.

Pelaksanaan kastrasi bisa dilakukan pada sapi dalam posisi berbaring ataupun berdiri. Pada pedet berumur 2 bulan ke atas biasanya dilakukan dengan posisi berbaring. Penggunaan burdizzo untuk menjepit atau memutus saluran penggantung testes dilakukan satu per satu secara bergantian, tidak boleh sekaligus secara bersama-sama.

Categories
Umum

Menghilangkan Tanduk Sapi Ternak (Dehorning)

Menghilangkan Tanduk Sapi Ternak (Dehorning)

Pengertian Dehorning

Dehorning adalah cara untuk mematikan atau menghilangkan calon tanduk sebelum tumbuh memanjang. Dehorning ini dilakukan untuk menghindarkan bahaya penandukan terhadap para peternak maupun terhadap sesama sapi yang tinggal bersama-sama dalam satu kandang dan untuk menghemat tempat. Dehorning dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, besi yang dipanaskan, ataupun dengan cara memotong tanduk dengan gergaji.

a. Dehorning dengan bahan kimia dalam usaha ternak sapi

Bahan kimia yang digunakan ialah caustic-soda baik dalam bentuk pasta ataupun batangan seperti lilin. Dehorning dengan bahan kimia hanya bisa dilakukan pada pedet yang berumur kurang dari 2 minggu, atau pada saat pedet berumur 3 — 10 hari.

Sebelum bahan kimia dioleskan, terlebih dulu bulu di sekeliling calon tanduk yang akan tumbuh dibersihkan atau digunting. Sesudah keadaan bulu itu bersih, tempat tersebut diolesi dengan vaselin agar bahan kimia (caustic-soda) tidak mengenai mata. Kemudian caustic-soda berbentuk pasta digosokkan pada dasar calon tanduk tumbuh, sampai muncul bintikbintik darah. Perlu diperhatikan bahwa dehorning dengan caustic-soda ini harus dilakukan dengan tangan terlindung (misalnya dengan sarung tangan karet), agar kulit tangan tidak terbakar.

 

b. Dehorning dengan besi yang dipanaskan dalam usaha ternak sapi

Alat ini dibuat dengan design khusus yang bisa dipanaskan dengan aliran listrik sehingga alat atau besi menjadi papas, tetapi tidak boleh menjadi terlampau panas ataupun kurang panas. Cara ini hanya bisa dilakukan pada pedet-pedet muda.

 

c. Dehorning dengan menggunakan gergaji

Cara ini sangat sederhana, akan tetapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan hati-hati, supaya sapi tidak berontak dan stress. Cara ini hanya dilakukan pada sapi-sapi dewasa yang tanduknya sudah terlanjur tumbuh panjang. Oleh karena itu pada saat melakukan penggergajian tanduk, sebelumnya sapi harus diikat terlebih dahulu supaya lebih aman bagi petugasnya.