Categories
Umum

Tilam (Bedding) Dalam USaha Ternak Sapi

Tilam (Bedding) Dalam USaha Ternak Sapi

Pengertian Tilam atau bedding

Tilam atau bedding adalah alas dasar lantai kandang yang berasal dari jerami ataupun sisa-sisa bahan makanan yang berasal dari hijauan. Dengan alas lantai (bedding) semacam ini, sapi bisa tidur dengan nyaman dan tenang, badan sapi tidak lekas kotor. Tilam yang sudah tidak dipakai dapat dijadikan pupuk untuk tanaman.

 

Fungsi Tilam

  • Menjaga kebersihan tubuh hewan, sebab dengan adanya tilam ini
    tubuh sapi tidak cepat menjadi kotor.
  • Membuat sapi bisa tidur dengan nyaman dan tenang, sebab alas tersebut empuk.
  • Menyerap air kencing, kotoran sapi.
  • Memudahkan mengumpulkan kotoran dan pengangkutan ke luar kandang.
  • Dapat menyimpan amonia yang sangat berguna bagi proses pembentukan pupuk.

 

Cara membuat bedding:

Jerami atau sisa-sisa makanan hijauan ditebarkan di atas lantai kandang. Dan setiap hari ditebari jerami lagi di atas tebaran yang sudah ada sehingga setiap hari tetap dalam keadaan bersih dan semakin lama semakin bertambah tebal. Penebaran jerami ini bisa dilakukan juga pada setiap 2 hari sekali. Demikian seterusnya jerami dan kotoran bercampur dengan sisa makanan yang terinjak-injak dan tertimbun menjadi satu. Tilam yang sudah tertimbun tebal bisa dibongkar setiap 1 minggu sekali.

Categories
Umum

Menjaga Kesehatan Sapi Pada Usaha Ternak Sapi

Sapi yang digemukkan ataupun sapi kerja harus selalu dijaga kesehatannya agar jangan sampai terkena infeksi atau penyakit. Usaha menjaga kesehatan sapi tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan higiene sapi dan lingkungannya, ataupun dengan tindakan-tindakan pencegahan seperti deworning, de-ticking, vaksinasi, tatalaksana yang baik dan sebagainya.

Menjaga Kesehatan Sapi Pada Usaha Ternak Sapi

1. Deworning

yakni usaha mengeluarkan cacing dengan bahan kimia atau obat cacing. Biasanya pengobatan cacing ini dilakukan 4 bulan sekali secara rutin, dan menggunakan dosis yang tepat seperti petunjuk dart pabrik yang bersangkutan. Obat cacing yang dapat digunakan antara lain: Piperzine, Tirabenzole Phenothizine.

2. De-ticking

De-Ticking yakni membebaskan kutu dari sapi ternak.

 

3. Vaksinasi

yakni usaha untuk menghindarkan berbagai infeksi atau penyakit menular dengan membuat kekebalan terhadap sapi ternak yang dipelihara. Vaksinasi penting yang harus dilakukan antara lain: vaksinasi Anthrax, Brucellosis, Rinderpest, dan TBC.

 

4. Usaha Higiene

Usaha higiene, yakni tindakan pencegahan penyakit lewat kebersihan. Usaha higiene ini sangat erat kaitannya dengan tatalaksana perkandangan yang bersih, cukup air untuk membersihkan, drainase baik, ruangan cukup longgar, matahari dapat menyinari kandang, udara se-gar dengan mudah bisa masuk/keluar kandang dengan bebas, tetapi harus terhindar dart angin langsung.

Categories
Umum

Pemberian Tanda Pengenal Pada Ternak Sapi

Para peternak sapi yang hanya memiliki beberapa ekor sapi saja kiranya tidak sulit mengenal sapi-sapinya satu per satu. Tetapi, para peternak yang memiliki sapi dalam jumlah yang banyak kiranya akan sulit mengenal sapi-sapinya satu per satu. Untuk mengatasi hal itu, setiap sapi perlu diberi tanda pengenal secara khusus.

Ada berbagai cara untuk memberi tanda pengenal pada ternak sapi, tetapi yang biasa dipergunakan adalah: ear notching, ear tattooing, ear tagging, sistem peneng, dan dengan cara membuat stempel pada tanduk atau badan.

Pemberian Tanda Pengenal Pada Ternak Sapi

a. Sistem kerat (ear notching)

Yakni memberi tanda pengenal dengan menggunakan silet atau pisau yang tajam untuk mengerat telinga.

Caranya adalah sebagai berikut:

Sebelum daun telinga dikerat terlebih dahulu bagian yang akan dikerat dibersihkan dengan spiritus atau alkohol. Setelah selesai pengeratan, bagian yang dikerat tersebut harus segera diberi obat merah.

 

b. Sistem anting (Ear tagging)

Sistem ini dilakukan dengan cara melubangi telinga agar bisa dimasuki atau ditempeli sejenis anting karet yang kuat dan bisa diberi nomor atau huruf tertentu. Huruf atau nomor yang ditempel itu biasanya menurut suatu ciri tertentu misalnya asal-usul induk/pejantan yang menurunkannya.

 

c. Sistem tattoo (Ear tattooing)

Sistem ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus berupa paku-paku tajam yang berbentuk huruf atau nomor, yang di dalamnya bisa diatur atau dilepas dan kemudian dipasang kembali sesuai dengan yang di kehendaki. Caranya adalah sebagai berikut: Telinga sapi yang akan diberi tanda kita tusuk dengan alat tersebut, kemudian diberi warna (tinta).

 

d. Sistem peneng

Sistem ini banyak dipraktikkan oleh para peternak tradisional di desa-desa. Caranya sederhana, yakni sapi diberikan kalung dari rantai besi atau bahan lain, kemudian kalung rantai tersebut diberi peneng tertentu yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tersebut bisa diberi tanda dengan huruf, nomor ataupun berbentuk tulisan.

 

e. Stempel pada tanduk atau badan

Sistem ini biasanya dilakukan dengan cara memberikan tulisan atau nomor pada tanduk, ataupun menggunakan besi berbentuk tulisan atau nomor tertentu yang dipanasi kemudian untuk menandai tubuh sapi pada pantat bagian atas.

Categories
Umum

Pengebirian (Kastrasi) Dalam Usaha Ternak Sapi

 

Pengebirian (Kastrasi) Dalam Usaha Ternak Sapi

Kastrasi bertujuan untuk meningkatkan mutu karkas dan untuk lebih menjinakkan sapi. Umur sapi sangat menentukan cara pengebirian, pada pedet atau sapi yang umurnya lanjut pengebirian akan lebih banyak membawa risiko. Ada 3 cara kastrasi, yakni:

a. Kastrasi sapi ternak dengan karet gelang

Karet gelang ini pada waktu dimasukkan ke leher scrotum direntangkan dengan menggunakan alat yang disebut elastrator. Sesudah karet gelang tersebut masuk ke leher scrotum, maka scrotum dan saluran testes akan terikat kencang. Akibatnya semua saluran dan peredaran yang terjadi di bawah ikatan karet yang menggigit leher scrotum tadi terhenti. Dan setelah 10 hari sampai 3 minggu scrotum dan testis mengering dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

Cara ini akan sangat bagus kalau dilakukan pada pedet yang berumur beberapa hari. Dan yang perlu diperhatikan di dalam hal ini ialah bahwa:

  • Kedua testes harus bisa terikat rapat/kuat.
  • Pengikatan dengan karet gelang tersebut tidak boleh terlalu tinggi.

 

b. Kastrasi sapi ternak dengan pisau

Cara ini bisa dilakukan pada pedet berumur kurang dari 1 minggu sampai umur 4 bulan. Akan tetapi yang paling baik apabila dilakukan pada pedet yang umurnya kurang dari 1 minggu. Sebab pedet yang umurnya kurang dari 1 minggu tidak akan menimbulkan kesulitan, sedangkan yang umurnya lebih dari 3 bulan harus menggunakan patirasa (anestesi).

Cara melakukan kastrasi sapi ternak dengan pisau adalah sebagai berikut:

  • Sebelum kastrasi, scrotum harus dibersihkan terlebih dahulu dengan air sabun ataupun desinfektan yang lain. Sesudah scrotum dalam keadaan bersih, kemudian dilakukan operasi pemotongan scrotum di bawah testis, selanjutnya kedua testis didorong keluar, dan kemudian kedua saluran penggantung testis dipotong. Sesudah pemotongan kedua testis selesai bekas operasi tadi harus segera diolesi obat merah untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi.

Kastrasi dengan menggunakan alat pisau ini sangat sederhana dan cepat, serta mudah dilakukan.

 

c. Kastrasi sapi ternak dengan tang-Burdizzo

Pedet dalam berbagai umur bisa dikastrasi dengan menggunakan alat ini. Akan tetapi ukuran besar kecilnya burdizzo harus disesuaikan dengan pedet yang akan dikastrasi. Dan bagi pedet yang umurnya lebih dari 3 bulan harus menggunakan anaesthetic.

Kastrasi yang dilaksanakan dengan menggunakan alat ini akan menyebabkan aliran darah ke arah testis akan terputus, demikian pula saluran penggantung testis. Kastrasi dengan burdizzo ini tidak akan menimbulkan pendarahan, dan dalam waktu beberapa minggu testis akan mengerut kering.

Pelaksanaan kastrasi bisa dilakukan pada sapi dalam posisi berbaring ataupun berdiri. Pada pedet berumur 2 bulan ke atas biasanya dilakukan dengan posisi berbaring. Penggunaan burdizzo untuk menjepit atau memutus saluran penggantung testes dilakukan satu per satu secara bergantian, tidak boleh sekaligus secara bersama-sama.

Categories
Umum

Menghilangkan Tanduk Sapi Ternak (Dehorning)

Menghilangkan Tanduk Sapi Ternak (Dehorning)

Pengertian Dehorning

Dehorning adalah cara untuk mematikan atau menghilangkan calon tanduk sebelum tumbuh memanjang. Dehorning ini dilakukan untuk menghindarkan bahaya penandukan terhadap para peternak maupun terhadap sesama sapi yang tinggal bersama-sama dalam satu kandang dan untuk menghemat tempat. Dehorning dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, besi yang dipanaskan, ataupun dengan cara memotong tanduk dengan gergaji.

a. Dehorning dengan bahan kimia dalam usaha ternak sapi

Bahan kimia yang digunakan ialah caustic-soda baik dalam bentuk pasta ataupun batangan seperti lilin. Dehorning dengan bahan kimia hanya bisa dilakukan pada pedet yang berumur kurang dari 2 minggu, atau pada saat pedet berumur 3 — 10 hari.

Sebelum bahan kimia dioleskan, terlebih dulu bulu di sekeliling calon tanduk yang akan tumbuh dibersihkan atau digunting. Sesudah keadaan bulu itu bersih, tempat tersebut diolesi dengan vaselin agar bahan kimia (caustic-soda) tidak mengenai mata. Kemudian caustic-soda berbentuk pasta digosokkan pada dasar calon tanduk tumbuh, sampai muncul bintikbintik darah. Perlu diperhatikan bahwa dehorning dengan caustic-soda ini harus dilakukan dengan tangan terlindung (misalnya dengan sarung tangan karet), agar kulit tangan tidak terbakar.

 

b. Dehorning dengan besi yang dipanaskan dalam usaha ternak sapi

Alat ini dibuat dengan design khusus yang bisa dipanaskan dengan aliran listrik sehingga alat atau besi menjadi papas, tetapi tidak boleh menjadi terlampau panas ataupun kurang panas. Cara ini hanya bisa dilakukan pada pedet-pedet muda.

 

c. Dehorning dengan menggunakan gergaji

Cara ini sangat sederhana, akan tetapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan hati-hati, supaya sapi tidak berontak dan stress. Cara ini hanya dilakukan pada sapi-sapi dewasa yang tanduknya sudah terlanjur tumbuh panjang. Oleh karena itu pada saat melakukan penggergajian tanduk, sebelumnya sapi harus diikat terlebih dahulu supaya lebih aman bagi petugasnya.